Mengenal Kue Lontar
Kue Lontar Papua: Asal-usul, Ciri Khas, dan Bedanya dengan Pie Susu
Sekilas mirip pie susu, tapi lebih besar, lebih tebal, dan punya cerita sendiri. Ini yang perlu Anda tahu tentang kue yang hampir selalu ada di meja orang Papua saat hari raya.

Apa itu kue lontar?
Kue lontar adalah pai custard khas Papua. Kulitnya adonan pastry bermentega yang dipanggang sampai renyah, isinya custard dari kuning telur dan susu yang lembut dan legit. Kue ini dipanggang utuh dalam loyang bundar, lalu dipotong-potong seperti kue tar untuk dibagi.
Di Papua, kue lontar hampir selalu ada di meja saat Natal, Lebaran, dan acara keluarga. Bagi banyak perantau, rasanya identik dengan pulang ke rumah.
Dari mana asalnya, dan kenapa disebut lontar?
Namanya sering dikira berasal dari pohon atau daun lontar, padahal tidak ada hubungannya. Kue ini diyakini masuk ke Papua pada masa Belanda: sebutan "ronde taart", kue bundar, lama-kelamaan diucapkan "lontar" oleh lidah setempat.
Resepnya lalu menyesuaikan bahan yang mudah didapat, seperti susu kental manis, dan bertahan sampai sekarang sebagai kue rumahan orang Papua.
Seperti apa rasanya?
Manis legit dari custard, gurih dari mentega di kulitnya. Teksturnya lembut dan sedikit bergoyang saat masih hangat, lalu memadat kenyal setelah didinginkan. Selain rasa asli, kue lontar sekarang banyak diberi taburan seperti keju dan cokelat.
Apa bedanya dengan pie susu?
Keduanya pai berisi custard susu dan telur, jadi wajar kalau sering disamakan. Bedanya terasa begitu dipotong.
| Aspek | Kue lontar | Pie susu |
|---|---|---|
| Ukuran | Satu loyang besar, dipotong untuk dibagi | Kecil, satu kue sekali makan |
| Isian | Custard tebal dan lembut | Lapisan custard tipis |
| Kulit | Pinggiran tebal bergerigi, renyah bermentega | Tipis dan lebih kering |
| Disajikan | Di meja saat kumpul keluarga dan hari raya | Umumnya sebagai oleh-oleh |
